Menjunjung Budaya, Ini adalah 5 Desa Adat di Sulawesi Selatan

Informasi Artikel

Diperkirakan Waktu Membaca: 4 menit
Deskripsi: Cukup
Informasi Foto: Cukup Alamat Lokasi: Tidak Ada
Cara Lokasi: Tidak Ada
Informasi Biaya: Tidak Ada

Article Information

Estimated Reading Time: 4 minutes
Description: Enough
Photo Information: Enough
Address Location: None
How to Location: None
Cost Information: None

Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang pantas untuk dilestarikan. Keberadaan berbagai suku yang mendiami wilayah ini membuat tradisi dan budaya beragam. Mulai dari bahasa, pakaian tradisional, rumah tradisional hingga upacara tradisional yang memiliki filosofi dan tujuan sendiri.

South Sulawesi is one of the provinces in Indonesia that has cultural property that deserves to be preserved. The existence of various tribes that inhabit this region makes the traditions and culture diverse. Starting from the language, traditional clothes, traditional houses to traditional ceremonies that have their own philosophy and goals.

Jika Anda bepergian ke Sulawesi Selatan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mempelajari kekayaan budaya lokal. Sebagian besar budaya di Sulawesi Selatan masih dipertahankan dan menjadi kearifan lokal hingga hari ini.

If you travel to South Sulawesi not only enjoy the beauty of nature, but also learn the richness of local culture. Most cultures in South Sulawesi are still maintained and become local wisdom to this day.

Tidak hanya Bali memiliki desa tradisional, Sulawesi Selatan juga memiliki beberapa desa tradisional dan masih memiliki budaya yang tinggi. Berikut adalah desa-desa tradisional di Sulawesi Selatan yang dapat Anda kunjungi.

Not only does Bali have a traditional village, South Sulawesi also has several traditional villages and still has a high culture. Here are the traditional villages in South Sulawesi that you can visit.

1. Desa Tradisional Sillanan, Tana Toraja

1. Sillanan Traditional Village, Tana Toraja

Menjunjung Tinggi Budaya, Ini 5 Desa Adat di Sulawesi Selatanindonesiakaya.com

Anda harus terbiasa dengan Tana Toraja, salah satu desa yang masih mempertahankan adat dan budaya, yaitu Desa Sillanan, Mengkendek. Desa ini disebut sebagai Desa Bebatuan, karena seluruh permukaan tanah di desa ini berasal dari batu kapur.

You must be familiar with Tana Toraja, one of the villages that still maintains customs and culture, namely Sillanan Village, Mengkendek. This village is referred to as Bebatuan Village, because the entire land surface in this village comes from limestone.

Mayoritas populasi di sini mencari nafkah sebagai petani kopi dan sayuran. Sehingga Anda tidak hanya bisa melihat rumah-rumah tradisional Tongkonan yang dilengkapi dengan lumbung padi, tetapi juga perkebunan kopi dan sayuran sebagai agrowisata.

The majority of the population here earn a living as coffee and vegetable farmers. So that you can not only see Tongkonan traditional houses equipped with rice barns, but also coffee and vegetable plantations as agro-tourism.

Bagi Anda yang menyukai wisata sejarah dapat melihat beberapa bangunan megalitik seperti kuburan batu dan menhir. Selain itu, ada sebuah benteng bernama Tangdi Rompo di puncak bukit di sekitar desa ini.

For those of you who like historical tourism can see some megalithic buildings such as stone graves and menhirs. In addition, there is a fortress called Tangdi Rompo on the hilltop around this village.

Ada juga Sumur Tintiri yang merupakan sumur adat di desa ini. Sumur itu diyakini bisa membuatnya awet muda.

There are also Tintiri Wells which are customary wells in this village. The well is believed to be able to make it young.

2. Desa Tradisional Ammatoa, Bulukumba

2. Ammatoa Traditional Village, Bulukumba

Menjunjung Tinggi Budaya, Ini 5 Desa Adat di Sulawesi Selatanammatoa.com

Desa ini adalah salah satu desa tradisional tertua di Sulawesi Selatan, tepatnya di Desa Tana Towa, Kajang, Bulukumba. Suku Kajang dikenal memiliki hal-hal gaib dan mistis. Ini adalah salah satu alasan mengapa suku ini cukup dihormati.

This village is one of the oldest traditional villages in South Sulawesi, precisely in Tana Towa Village, Kajang, Bulukumba. The Kajang tribe is known to have occult and mystical things. This is one of the reasons why this tribe is quite respected.

Selain itu, mereka juga unik dalam hal pakaian. Mereka mengenakan pakaian hitam dari produk tenunan dengan pewarna alami. Hitam memiliki arti kesetaraan, kesederhanaan dan kesederhanaan.

In addition, they are also unique in terms of dress. They wore black clothes from woven products with natural dyes. Black has the meaning of equality, simplicity and modesty.

Terlepas dari pakaian, bentuk, warna, dan ukuran rumah-rumah suku ini seragam dengan dinding papam dan atap jerami dan menghadap kiblat. Sementara rumah Ammatoa menggunakan dinding bambu.

Apart from the clothes, the shape, color and size of the houses of this tribe are uniform with papam walls and thatched roofs and facing the Qibla. While the Ammatoa house uses bamboo walls.

3. Desa Tradisional Karampuang, Sinjai

3. Karampuang Traditional Village, Sinjai

Menjunjung Tinggi Budaya, Ini 5 Desa Adat di Sulawesi Selatanabdulrahmanmasruhim.blogspot.com

Desa Tompo Bulu, Bulupoddo memiliki ritual unik bagi siapa saja yang ingin memasuki daerah ini.

Tompo Bulu Village, Bulupoddo has a unique ritual for anyone who wants to enter this area.

Sebagai tanda penghormatan terhadap leluhur, Anda harus mengambil batu dan daun. Lalu letakkan batu itu di atas daun. Komunitas di sini sangat menghormati derajat wanita dan menganut matrilineal.

As a sign of respect for the ancestors, you must take a stone and a leaf. Then put the stone on the leaf. The community here highly respects the degree of women and adheres to matrilineal.

Selain itu, rumah tradisional Karampuang juga memiliki filosofi seperti tubuh manusia. Ada beberapa benda suci di desa ini, termasuk kolam tua untuk mandi balita dan makam kuno.

Besides that, the Karampuang traditional house also has a philosophy like the human body. There are several sacred objects in this village, including an old pond for bathing toddlers and ancient tombs.

4. Desa Kete Kesu, Toraja Utara

4. Kete Kesu Village, North Toraja

Menjunjung Tinggi Budaya, Ini 5 Desa Adat di Sulawesi Selatanancient-origins.net

Anda harus terbiasa dengan desa yang satu ini. Desa Kete Kesu terkenal dengan budayanya di arena internasional. Jika Anda berkunjung ke sini, Anda akan menemukan barisan Tongkonan, rumah tradisional Toraja.

You must be familiar with this one village. Kete Kesu Village is well-known for its culture in the international arena. If you visit here, you will find a line of Tongkonan, a Toraja traditional house.

Selain itu, ada tradisi tebing makam, yaitu orang yang telah meninggal dimakamkan di tebing dan ditandai dengan patung kayu yang menyerupai almarhum.

In addition, there is a tradition of tomb cliffs, ie people who have died are buried on a cliff and are marked with wooden statues that resemble the deceased.

5. Desa Pallawa, Tana Toraja

5. Pallawa Village, Tana Toraja

Menjunjung Tinggi Budaya, Ini 5 Desa Adat di Sulawesi Selatanreferensi.data.kemdikbud.go.id

Desa ini di Kecamatan Sesean adalah kompleks adat kuno yang masih memiliki keasliannya. Tongkonan di sini juga memiliki usia yang lebih tua daripada di Kete Kesu. Selain itu, Anda juga bisa belajar menenun di sini.

This village in Sesean Subdistrict is an ancient custom complex that still has its authenticity. Tongkonan here also has an older age than in Kete Kesu. Besides that, you can also learn to weave here.

Meskipun memiliki daya tarik yang hampir sama dengan Kete Kesu, namun ketenarannya masih kurang. Ini karena aksesibilitas lebih sulit untuk tiba di lokasi ini.

Although it has almost the same appeal as Kete Kesu, but its fame is still lacking. This is because accessibility is more difficult to arrive at this location.

Keanekaragaman suku di Sulawesi Selatan menghadirkan wisata budaya yang beragam dan layak untuk dilestarikan. Salah satu bentuk mempertahankan budaya daerah setempat adalah keberadaan desa tradisional. Tidak hanya Tongkonan atau Toraja, ada juga suku Kajang yang memiliki keunikan tersendiri.

Tribal diversity in South Sulawesi presents cultural tourism that is diverse and worthy of conservation. One form of maintaining the culture of the local area is the existence of traditional villages. Not only Tongkonan or Toraja, there are also Kajang tribes that have their own uniqueness.

Selain itu, aturan dan norma yang berlaku di setiap desa disesuaikan dengan kebiasaan setempat.

In addition, the rules and norms that apply in each village are adjusted to local customs.

sumber : https://www.idntimes.com/travel/destination/fatma-roisatin-nadhiroh/menjunjung-tinggi-budaya-ini-5-desa-adat-di-sulawesi-selatan-c1c2

About direview.id

direvirew.id adalah situs website review terlengkap di Indonesia.